Mungkinkah UMKM Kreatif Lahir dari Desa?
/ Opini
Autentisitas desa, bila dikelola dengan tepat, akan menjadi kekuatan inti UMKM Kreatif.
Abdullah Ibrahim
Ketua Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif DPP Partai Bulan Bintang
Wirausaha alumnus Fakultas Geografi UMS 1998
Dinamika usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia semakin kompleks. Di tengah peta perekonomian global yang mengkhawatirkan, denyut perekonomian nasional yang melambat, serta gerak perekonomian lokal yang tampak lesu, UMKM secara alamiah akan berusaha survive dengan berbagai macam cara.
Pada praktiknya, UMKM kemudian menjadikan ide, kreativitas, seni, dan pengetahuan sebagai aset utama operasionalnya, tidak sekadar berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar atau komoditas sehari-hari yang mengandalkan fungsi dan efisiensi biaya.
Lahirlah penyebutan ‘UMKM Kreatif’ untuk UMKM yang mulai mengandalkan inovasi, keunikan, nilai estetika, bahkan warisan budaya untuk menciptakan daya tarik. Produknya tidak sekadar digunakan, tapi juga memiliki makna dan cerita.
Menurut klasifikasi ekonomi kreatif, UMKM Kreatif umumnya bergerak di beberapa bidang berikut. Pertama, kriya dan kerajinan, berupa pembuatan barang dekoratif, keramik, aksesori etnik. Kedua, kuliner, yakni makanan dengan kemasan atau resep inovatif dan khas daerah.
Ketiga, fesyen, yaitu pakaian atau tas dengan sentuhan desain modern, lokal, bahkan kustom. Keempat, desain dan fotografi. Misalnya, pembuatan ilustrasi, desain grafis, hingga agensi visual lokal. Kelima, penerbitan dan aplikasi. Contohnya, pengembangan konten digital atau perangkat lunak.
Dari klasifikasi tersebut, dapat ditengarai sekilas bahwa UMKM Kreatif begitu leluasa dikembangkan, bila berbasis area perkotaan dengan asumsi dukungan sumber daya yang lebih lengkap, dibandingkan perdesaan. Permodalan, pakar, jejaring pasar, hingga inovasi terasa lebih mudah aksesnya di perkotaan.
Namun, tidak seperti dikira kebanyakan orang, sekarang, UMKM Kreatif tidak lagi identik dengan perkotaan. Banyak inovasi dan ide brilian telah lahir dari perdesaan dengan memanfaatkan kearifan lokal, kerajinan tangan, dan hasil bumi yang diolah menjadi produk bernilai jual tinggi.
UMKM Kreatif dengan sumber daya perdesaan mengandalkan sumber daya lokal, seperti keunikan tradisi, budaya, dan bahan baku alam yang tidak bisa ditiru oleh produsen perkotaan. Inovasi dalam rupa ide kreatif dan konsep pemasaran modern ternyata mampu mengubah produk tradisional perdesaan menjadi komoditas bernilai tinggi yang menembus pasar global.
Keberhasilan ini tentu saja memberi dampak ekonomi yang nyata bagi warga desa. Usaha kreatif di desa sangat efektif membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat dan menggerakkan ekonomi pariwisata.
Kepemimpinan dan SDM Unggul
Faktor utama dalam menginisiasi UMKM Kreatif di desa tak lain kepemimpinan dan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Kepemimpinan desa adalah motor penggerak utama dalam membangun UMKM kreatif melalui pemberdayaan masyarakat.
Para pemimpin desa memerankan diri sebagai fasilitator, inovator, dan kolaborator dengan cara menyediakan pelatihan keterampilan, memfasilitasi akses permodalan yang aman, membantu legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memperluas jangkauan pasar lokal maupun nasional.
Untuk membangun ekosistem UMKM Kreatif di tingkat desa, berikut peran strategis yang dapat dimaksimalkan oleh kepemimpinan desa.
Pertama, menggali sumber daya alam dan budaya khas desa untuk diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti kerajinan tangan, fesyen etnik, dan kuliner tradisional.
Kedua, mengadakan bimbingan teknis seputar strategi bisnis, inovasi kemasan, dan pemasaran digital agar produk UMKM memiliki daya saing yang lebih luas.
Ketiga, mengalokasikan pembiayaan desa secara tepat untuk program pembinaan UMKM dan memberikan kemudahan izin usaha di tingkat desa.
Keempat, menghubungkan para pengrajin atau pelaku usaha dengan lembaga perbankan, dinas terkait, hingga pakar pemasaran agar usaha bisa berkembang.
Terakhir dan utama, menjadikan produk UMKM Kreatif di desa sebagai pilihan utama dalam setiap acara atau rapat resmi pemerintahan desa.
Setelah kepemimpinan desa yang mumpuni, dibutuhkan SDM yang unggul untuk membangun UMKM Kreatif di desa. Merekalah kunci pencipta inovasi, pemecah masalah yang adaptif, dan eksekutor strategi.
SDM unggul memungkinkan UMKM Kreatif untuk bersaing secara kompetitif, mampu membaca tren pasar, dan menghasilkan produk bernilai tambah. SDM yang kreatif mampu mengubah bahan baku atau ide sederhana menjadi produk bernilai tinggi yang disukai pasar.
Selanjutnya, keahlian SDM unggul memungkinkan digitalisasi bisnis, mulai dari pemasaran media sosial hingga optimalisasi penjualan. SDM yang peka dan kritis juga dapat membaca pergerakan tren, sehingga UMKM tetap relevan dan lincah merespons perubahan kebutuhan konsumen.
Selain semua itu, SDM yang berkompeten mengatur tata kelola bisnis, manajemen waktu, dan finansial dengan baik, merupakan pilar penting keberlanjutan usaha UMKM Kreatif di desa.
Jangan Lupa, Berpolitik
Pilar strategis yang jangan sampai terlupa, yakni perlunya dukungan entitas politik dalam membangun UMKM Kreatif di desa. Politik yang dimaksud tidak selalu turun langsung ke gelanggang politik praktis, tapi melek politik. UMKM Kreatif senyatanya tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan entitas politik
Melalui lembaga legislatif, partai politik turut merumuskan dan menyusun undang-undang atau peraturan daerah yang menciptakan iklim bisnis kondusif, termasuk UMKM Kreatif di desa. Misalnya, penyederhanaan perizinan usaha, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk produk kreatif, serta dorongan subsidi bagi usaha kecil.
Untuk memfasilitasi akses permodalan, partai politik mendorong perbankan atau pemerintah guna menyediakan akses kredit lunak yang mudah dan bunga yang terjangkau bagi UMKM Kreatif. Beberapa partai juga memiliki program inkubasi yang menyalurkan bantuan modal usaha bagi kader atau kelompok binaan.
Untuk mendorong kreativitas, partai politik sering mengadakan program peningkatan kapasitas, berupa pelatihan manajemen bisnis dan pemasaran digital, workshop inovasi produk, pengemasan (packaging) dan branding agar lebih bernilai jual, serta pendidikan politik untuk membantu kaum muda berintegrasi dan berwirausaha.
Partai politik kerap pula memfasilitasi ruang promosi bagi pelaku UMKM melalui bazaar, festival, dan pameran lokal maupun nasional. Dukungan ini membantu produk-produk UMKM kreatif menjangkau konsumen yang lebih luas, baik di tingkat daerah maupun ekspor.
Banyak partai politik membentuk organisasi sayap atau badan khusus ekonomi kreatif sebagai wadah koordinasi, advokasi masalah, dan saling berbagi pengalaman antar-pelaku usaha. Dukungan tersebut didorong melalui sinergi dengan berbagai organisasi pengusaha muda untuk memperkuat ekonomi nasional.
Pada akhirnya, UMKM Kreatif sangatlah mungkin lahir dari tangan warga desa. Kepemimpinan dan SDM yang unggul begitu berpengaruh pada tumbuh-kembang UMKM Kreatif. Proses tak mudah yang menjadi lebih terukur, ketika bersinergi dengan semua entitas perpolitikan.
