Pelatihan Public Speaking, Forhati Solo Raya Tingkatkan Kapasitas Literasi Perempuan
/ Surakartan
Selain peran pentingnya bagi keluarga, dengan public speaking yang tepat, perempuan dapat menyuarakan hak, memimpin, juga mengembangkan usahanya.
MANAHAN, Banjarsari | Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Majelis Daerah (MD) Solo Raya menyelenggarakan Pelatihan Public Speaking sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam bidang komunikasi dan kepemimpinan.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Forhati MD Solo Raya serta Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Solo dan Sukoharjo, dan berlangsung pada Sabtu (18/7/2026), pukul 10.00–13.30, di Gulo Klopo Resto, Manahan, Kota Solo.
Acara menghadirkan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yanti Amiliani, sebagai narasumber. Sejumlah 25 peserta, terdiri dari 10 anggota Kohati dan 15 anggota Forhati dengan khidmat mengikuti pelatihan.
Tujuan dari Pelatihan Public Speaking, yakni membekali kader dengan kemampuan berbicara di depan publik secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan menyampaikan gagasan secara sistematis, persuasif, dan beretika.
Kompetensi public speaking menjadi salah satu bekal penting bagi kader perempuan dalam menjalankan peran sebagai pemimpin, profesional, maupun agen perubahan di tengah masyarakat.
Berbekal pengalaman di bidang komunikasi, narasumber menyampaikan materi mengenai teknik dasar public speaking, penyusunan pesan yang efektif, penguasaan audiens, pengelolaan rasa gugup, hingga praktik berbicara di depan umum yang aplikatif.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung. Peserta memperoleh kesempatan untuk melatih kemampuan berbicara di depan audiens sekaligus menerima masukan yang membangun guna meningkatkan kualitas penyampaian pesan.
Melalui kegiatan ini, Forhati MD Solo Raya berharap para peserta semakin percaya diri dalam berkomunikasi, mampu menyampaikan gagasan secara efektif, serta menjadi kader perempuan yang adaptif, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi positif bagi organisasi maupun masyarakat.
Literasi Perempuan
Dalam sambutannya, Koordinator Presedium Forhati Solo Raya, Nining Sholikhah, menegaskan pentingnya keterampilan public speaking bagi perempuan alumni HMI.
“Public speaking adalah seni menyampaikan gagasan dengan percaya diri, sehingga dapat memberi inspirasi dan pengaruh positif bagi orang lain,” ujarnya.
Bunda Nining, begitu ia akrab disapa, menjelaskan bahwa public speaking merupakan bagian dari literasi perempuan, khususnya dalam kategori literasi komunikasi dan advokasi. Perempuan bukan hanya diwajibkan memiliki kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memproses informasi dan menyampaikannya kembali secara efektif kepada orang lain.
Lebih lanjut, alumnus UMS itu menuturkan, kemampuan public speaking membantu perempuan agar berani menentang ketidakadilan atau kekerasan di lingkungannya. Public speaking juga menjadi modal utama untuk memimpin rapat, organisasi, komunitas, hingga instansi pemerintahan atau swasta.
Bukan hanya itu, public speaking dapat mendorong pengembangan usaha perempuan. Dengan kemampuan berbicara di depan publik dapat membantu pengusaha perempuan saat mempromosikan produk atau mencari modal usaha.
Terlebih perempuan kelak akan menjadi pendidik pertama dalam keluarga. Para Ibu perlu untuk mengenalkan kebiasaan membaca dan belajar kepada anak sejak usia dini.
Perempuan yang memahami literasi keuangan dapat mengatur anggaran rumah tangga dan memajukan usaha kecil. Sebuah peran vital yang secara akumulatif dapat berpengaruh besar pada bangsa dan negara.
“Era hoaks seperti sekarang butuh penyaring informasi. Penguasaan literasi digital membantu perempuan mengenali berita bohong atau hoaks di internet,” pungkas Bunda Nining.
