Haflah Akhirusannah Tahun Ajaran 2025/2026 SDIT Mutiara ‘Ilmu, Minggu (21/6/2026). (Set SDIT Mutiara 'Ilmu)
Luluskan 12 Siswa Angkatan Pertama, SDIT Mutiara ‘Ilmu Delanggu Cetak Sejarah : Haflah Akhirusannah Tahun Ajaran 2025/2026 SDIT Mutiara ‘Ilmu, Minggu (21/6/2026). (Set SDIT Mutiara 'Ilmu)
Haflah Akhirusannah Tahun Ajaran 2025/2026 SDIT Mutiara ‘Ilmu, Minggu (21/6/2026). (Set SDIT Mutiara 'Ilmu)

Luluskan 12 Siswa Angkatan Pertama, SDIT Mutiara ‘Ilmu Delanggu Cetak Sejarah

/ Surakartan

Rangkaian acara disajikan dengan memadukan unsur religiusitas dan ekspresi seni para siswa.


DUKUH, Delanggu | Suasana haru bercampur bangga menyelimuti aula Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara ‘Ilmu pada Minggu (21/6/2026). Lembaga pendidikan yang berlokasi di Dukuh Tegalsari, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Klaten ini sukses menggelar agenda bersejarah.

Untuk pertama kalinya sejak berdiri, sekolah dasar berbasis Islam terpadu tersebut meluluskan angkatan pertamanya dalam prosesi wisuda yang dikemas melalui acara Haflah Akhirusannah Tahun Ajaran 2025/2026.

Meskipun jumlah wisudawan perdana terbilang ramping, yakni hanya 12 siswa, momentum itu tidak kehilangan kesakralannya. Sebaliknya, acara berlangsung dengan sangat khidmat dan dipenuhi air mata bahagia dari para guru, orang tua, serta pengurus yayasan yang menyaksikan langsung pertumbuhan para tunas bangsa selama enam tahun terakhir.

Acara Haflah Akhirusannah tidak sekadar panggung seremonial penyerahan ijazah kelulusan. Pihak sekolah menyajikan rangkaian acara yang memadukan unsur religiusitas dan ekspresi seni dari para siswa.

Kemeriahan acara semakin lengkap karena pelaksanaannya digabungkan dengan kelulusan siswa-siswi dari Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT) dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Mutiara ‘Ilmu. Penggabungan menciptakan atmosfer kekeluargaan yang erat di antara seluruh jenjang pendidikan yang bernaung di bawah yayasan.

Setelah prosesi wisuda, para hadirin disuguhi berbagai penampilan memukau dari adik kelas, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran secara tartil hingga pembacaan puisi perpisahan yang syahdu.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDIT Mutiara ‘Ilmu, Ustaz Aditya Wisnu Anggoro Putro, menyampaikan rasa syukur dan selamat yang setinggi-tingginya atas kelulusan angkatan perdana. Ia menekankan bahwa kelulusan tersebut merupakan tonggak sejarah penting bagi eksistensi sekolah di dunia pendidikan Klaten.

"Selamat atas kelulusan perdana anak-anak didik kami tahun ini. Perjalanan enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Kami semua berharap, setiap bulir ilmu, adab, dan pemahaman agama yang telah didapatkan selama belajar di sini dapat membawa keberkahan bagi diri kalian, keluarga, dan masyarakat luas," kata Ustaz Aditya.

Lebih lanjut, ia menitipkan pesan mendalam kepada 12 lulusan tersebut agar terus menjaga konsistensi ibadah dan hafalan Al-Quran melalui murajaah atau mengulang hafalan secara rutin di rumah.

“Jangan pernah menyia-yangakan hafalan yang sudah didapat, baik yang baru satu juz maupun dua juz. Ketahuilah, hafalan Al-Quran yang tertanam di dada kalian adalah harta terbaik sekaligus mahkota kemuliaan yang bisa kalian persembahkan untuk orang tua di akhirat kelak,” pesan Aditya.

Secara khusus, ia juga memberikan nasihat moral kepada para siswi yang lulus agar tetap istiqomah dalam menutup aurat.

“Khusus untuk anak-anakku yang putri. Jangan sekali-kali melepas jilbab kalian saat berada di rumah atau di luar sekolah. Jadikan jilbab sebagai identitas diri, serta teruslah melangkah ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Apresiasi Khusus

Sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas dedikasi siswa selama menuntut ilmu, manajemen SDIT Mutiara ‘Ilmu juga memberikan apresiasi khusus bagi lulusan terbaik. Terdapat tiga kategori penghargaan utama yang diberikan pada Haflah Akhirusannah.

Pertama, Penghargaan Best Tahfiz yang dianugerahkan kepada Aldera Ersant Diva Kirana. Kedua, Penghargaan Best Academic diberikan kepada Desta Nur Arrafi. Dan ketiga, Penghargaan Best Akhlak disematkan kepada Aqila Nur Pricilia.

Sementara, Wali Murid Kelas 6, Ustazah Sulistiyani, turut memberikan untaian kalimat perpisahan yang sangat menyentuh hati. Bagi para guru, angkatan pertama memiliki tempat yang amat sakral dan tidak akan pernah tergantikan.

“Angka 12 mungkin terasa kecil jika dibandingkan dengan sekolah lain yang meluluskan ratusan siswa. Namun, di hati Ibu dan Bapak Guru, kalian adalah 12 bintang yang menerangi awal perjalanan panjang SDIT Mutiara 'Ilmu dengan Al-Quran, ilmu, akhlak mulia, dan beragam bakat unik kalian,” ungkap Ustazah Sulistiyani.

Ia menambahkan bahwa ke-12 siswa ini adalah barisan sejarah yang paling istimewa. Setiap sudut bangunan sekolah telah merekam jejak perjuangan, suka, duka, canda tawa, hingga air mata tumbuh kembang mereka.

“Ada 12 anak dengan 12 karakter yang berbeda, namun kalian semua menyatu dalam satu ikatan hati Ibu dan Bapak Guru,” lanjutnya.

Ustazah Sulistiyani juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus dari jajaran asatizah atas segala kekurangan selama mendidik mereka.

“Terima kasih banyak karena kalian telah bertahan, mau belajar, dan tumbuh bersama kami di sini. Maafkan segala kekhilafan Ibu dan Bapak Guru selama mendidik kalian,” ucapnya.

Di akhir kalimatnya, Ustazah Sulistiyani mengingatkan para siswa bahwa momentum kelulusan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang pembuka menuju fase kehidupan remaja yang lebih menantang.

“Jangan pernah lelah menuntut ilmu. Yang paling utama, jangan pernah tinggalkan salat lima waktu, tetaplah istiqomah menjaga hafalan Al-Quran, dan hiasilah hari-hari kalian dengan akhlakul karimah. Bawalah ilmu dari SDIT Mutiara 'Ilmu ke mana pun kalian melangkah. Selamat lulus, Nak!” pungkasnya.


Berita Terkait

Mungkin Anda Tertarik